Postingan

Gambar
  RAYA DAN LÖU DI BAWÖMATALUO Oleh : Marselino Fau   A word could not "mean" a thing if there were not at least a partial identity between the two. The connection between the symbol and its object must be a natural, not a merely conventional one. Without such a natural connection a word of human language could not accomplish its task; it would become unintelligible. Ernst Cassirer, 1979, p. 112 Sebuah kata tidak dapat “bermakna” pada satu benda bila tidak ada sekurang-kurangnya identitas sebagian antara keduanya. Hubungan antara simbol dan objeknya haruslah natural, bukan semata-mata konvensional. Tanpa hubungan alami seperti itu, sebuah kata dalam bahasa manusia tidak dapat menjalankan tugasnya; kata itu tidak akan dapat dipahami. Raya dan Löu Dalam Kosmos Nias Dalam bahasa Nias, kita sering mendengar kata raya dan löu . Kata ini digunakan sebagai penunjuk arah wilayah. Raya artinya Selatan dan Löu artinya Utara. Di Nias Utara kata löu disebut yöu. Kamus ...

HIA DAN SAEMBU (SAEBU)

Gambar
  HIA DAN SAEMBU  (SAEBU) Oleh : Marselino Fau   Satu video pendek yang dibagikan oleh Bapak N. D., dimana seorang informan Ama Wati Sadawa memberi penjelasan bahwa sebelum H i a (leluhur orang Nias) meninggal ia berpesan kepada anak-anaknya untuk membuat sebuah patung sebagai penggantinya, patung itu disebut   Adu  Saembu . Patung Saembu dibuat sebagai salahi mboto Hia (sebagai pengganti diri Hia setelah meninggal ). Menjadi pertanyaan apakah informasi ini dapat dipertanggungjawabkan ?  Hal ini membuat penulis mencari berbagai sumber yang relevan tentang Adu Saembu  agar informasi ini mengedukasi. Dalam artikel ini penulis menggunakan acuan penuturan  yang berasal dari Gomo (Nias Selatan) yang sudah ditulis oleh yang pernah mendengarkannya, karena Gomo adalah domisili Hia dalam kisah asal usul orang Nias. Makna S aembu  Secara Etimologi Saembu adalah kata yang berasal dari bahasa Nias, Arti kata saembu dalam kamus bahasa Nias –...

RAI SÕMASÕMA RAI TUHO MBANUA

Gambar
  RAI SÕMASÕMA RAI TUHO MBANUA Oleh : Marselino Fau   Pengantar Sebuah pepatah bahasa Latin mengatakan “Defunctus adhuc loquitur” , artinya orang yang sudah mati pun masih bisa berbicara. Pepatah ini masih relevan sampai sekarang, mampu membawa kita pada satu refleksi atas kepantasan predikat-predikat yang kita sandang dan kita labelkan untuk diri kita sendiri. Keterbatasan pengetahuan kita sering membuat kita sulit menjadi kritis, bahkan kita cenderung menerima penuturan yang tak berdasar sebagai kewajaran. Karena itu kita harus mencari tahu landasannya, fakta-faktanya diuji agar validitasnya tidak meragukan lagi. Pembicaraan orang yang sudah mati masih bisa “didengar” lewat karya-karya yang mereka tinggalkan. Kita bisa menemukannya lewat catatan-catatan orang yang menyaksikan dan menuangkannya dalam karya ilmiah, bahkan lewat foto-foto yang original yang telah dibuat seabad yang lalu. Dari fakta-fakta ini kita bisa menyimpulkan satu kondisi yang sesungguhnya. Buda...