Postingan

Hombo Batu dan Kalabubu di Bawömataluo

Gambar
  Hombo Batu dan Kalabubu di Bawömataluo Oleh : Marselino Fau Pengantar Penulis  Di media sosial kita menemukan beragam narasi tentang hombo batu . Sering sekali hombo batu diasosiasikan sebagai syarat untuk menjadi dewasa dan menikah. Tentu narasi seperti ini mereduksi makna dari hombo batu . Hal ini disebabkan karena Si penulis narasi tidak memilik sumber yang akurat tentang hombo batu . Haruslah diakui bahwa h ombo batu di Pulau Nias tersohor karena Bawõmataluo yang secara konsisten melestarikannya dan atraksi ini selalu dipertunjukkan kepada para wisatawan. Balai Arkeologi Medan, 2007, mengatakan bahwa lompat batu yang begitu terkenal ada di Baw ö mataluo, Kecamatan Teluk Dalam. Pada kesempatan kali ini saya ingin membawa para pembaca untuk melompat lebih tinggi dan untuk menemukan makna hombo batu bagi pemuda-pemuda Nias dalam kasus ini saya secara spesifik saya menggunakan Bawömataluo sebagai referensi utama karena beberapa alasan sebagai berikut : 1...

Membaca Sejarah Pada Batu Di Bawõmataluo

Gambar
  Membaca Sejarah Pada Batu Di Baw õ mataluo Oleh :  Marselino Fau Bawõmataluo sebuah banua yang sangat terkenal dengan budaya megalitnya. Pada tahun 1936 sejumlah wisata wan berkunjung ke Bawõmataluo. Disana mereka mendapatkan pengalaman yang sungguh mena k jubkan. Apa yang mereka alami saat itu kemudian dipublikasikan pada satu artikel terbitan Juni 1936. Pada artikel ini ditulis bahwa Bawõmataluo merupakan pusat kebanggaan Nias Selatan. Bawõmataluo adalah “tempat matahari terlihat terbit sampai terbenam”. Secara rinci dideskripsikan jalan dari Orahili ke Bawõmataluo tidak panjang, tatapi terjal. Jalan batunya menanjak, anak tangga yang menjadi akses ke Bawõmataluo dibagi dalam empat bagian, yang pertama ada 200 anak tangga, kemudian 225,  lalu 200 dan yang terakhir ada 77 anak tangga. Sesampai di atas di hadapan mereka terbentang alun-alun batu Bawõmataluo yang luas (Koran Batavia, 1936). Anak tangga menuju Baw õ mataluo. Foto Pastor Johannes M. Hammerle Di Bawõma...

MERIAM LA’I-LA’I DI TANAH PARA PENDEKAR

Gambar
  MERIAM LA’I-LA’I DI TANAH PARA PENDEKAR Oleh : Marselino Fau Penga n tar Di Bawõmataluo ada sebuah meriam yang ditempatkan di sisi sebelah kiri bangunan Osali ndra Ama atau yang lebih dikenal dengan sebutan B ale . Meriam ini bukanlah peninggalan apalagi sebagai hadiah atau pemberian dari Belanda, tetapi sebagai supremasi perjuangan Orahili menghadapi penjajah Belanda pada masa Raja Laowõ . T entu saja meri a m ini dibayar mahal dengan darah oleh para pejuang demi mempertahankan tanah leluhurnya. Meriam ini ditempatkan disini sebagai monumen peringatan atas perlawanan Orahili menentang Belanda. M enjadi sebuah keniscayaan bahwa di “ Tanah Para Pendekar ” (istilah Vanni Puccioni, 2016) legenda ”Sanabo Hoela n dro” (Bieger, 1917) ditakuti oleh lawan disegani oleh kawan. Penulis dengan latarbelakang meriam  yang disita Raja Laowõ pada tanggal 17 Februari 1861 Sekalipun Belanda mengancam akan menghukum Orahili jika tidak mengembalikan meriam sitaan nya , ...